Tahun Baru China (Imlek) : Sejarah dan Mitologi

18/01/2010
Imlek tahun Macan 2010 jatuh pada tanggal 14 Februari 2010.

Asal Kata
Siapa yang tidak mengenal perayaan tahun baru Imlek? Hampir seluruh warga keturunan Tionghoa yang berada di seluruh negeri turut merayakan tahun baru Imlek. Salah satunya adalah negara kita Indonesia. Sejak beberapa tahun lalu semenjak diresmikannnya tahun baru Imlek sebagai hari libur nasional, para warga keturunan Tionghoa yang tinggal di Indonesia mulai marak merayakannya dengan berbagai atraksi barongsai dan liong.

Diluar daratan China, Tahun Baru China lebih dikenal sebagai Tahun Baru Imlek. Kata Imlek (Im = Bulan, Lek = penanggalan) berasal dari dialek Hokkian atau dari Mandari yin li yang berarti kalender bulan. Perayaan Tahun Baru Imlek dirayakan pada tanggal 1 hingga tanggal 15 pada bulan ke-1 penanggalan kalender China.
Tahun Baru China hampir dirayakan oleh seluruh pelosok dunia dimana terdapat orang China, keturunan Tionghoa atau Pecinan. Banyak bangsa yang bertetangga dengan China turut merayakan Tahun Baru China seperti Taiwan, Korea, Mongolia, Vietnam, Nepal, Mongolia, Bhutan, dan Jepang.

Khusus di daratan China, Hong Kong, Macau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan negara-negara yang memiliki penduduk beretnis Tionghoa, Tahun Baru China selalu dirayakan dan sebagian besar justru telah berakulturasi dengan budaya setempat.


Mitologi Tahun Baru Imlek
Berdasarkan cerita rakyat dan legenda kuno, tahun baru China dirayakan ketika orang China berhasil melawan hewan mitos yang disebut sebagai Nian yang berarti tahun dalam bahasa China. Makhluk Nian selalu muncul pada hari pertama Tahun Baru dan kedatangan Nian adalah memangsa hewan ternak, memakan hasil pertanian dan bahkan penduduk, terutama anak-anak.

Suatu ketika, seorang penduduk menyaksikan [satu/seekor/semakhluk] Nian ketakutan dan lari menghindar dari seorang anak yang berkostum merah. Dari kejadian itu, maka penduduk desa akhirnya tahu kekurangan Nian yakni takut pada warna merah.

Semenjak itu, setiap menjelang dan selama Tahun Baru, penduduk akan menggantung lentera merah serta memasang tirai/gordin merah pada pintu dan jendela. Selain itu, masyarakat juga menggunakan mercon untuk menakuti Nian. Sejak itulah, Nian tidak pernah lagi muncul di desa mereka.


Makna Tahun Baru Imlek
Terlepas dari mitos yang berkembang dikalangan masyarakat, perayaan Imlek merupakan perayaan yang dilakukan oleh para petani di Cina setelah melewati musim dingin dan mensyukuri permulaan musim baru penuh harapan yakni musim semi yang terjadi tiap tahunnya.

Perayaan imlek dimulai tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama (Cap Go Meh). Acara tahun baru Imlek ini diisi dengan acara sembahyang Imlek, sembahyang kepada Thian, dan perayaan Cap Go Meh.

Tujuan dari persembahyangan ini adalah sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, untuk menjamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan tetangga.

Pada hari raya Imlek ini merupakan momen pertemuan seluruh anggota keluarga sekali dalam setahun. Anggota keluarga akan bersilahturahmi, saling berbagi dan menceritakan pengalaman masing-masing.


Tepat pada hari raya Imlek, semua orang berpakaian baru dan rapi sebagai lambang kehidupan dengan lembaran yang baru. Anggota keluarga akan saling memberikan ucapan selamat dan pengharapan baru agar di tahun yang baru, semua berjalan sukses baik dalam kesehatan, keuangan, pekerjaan maupun bisnis.

Perayaan Imlek pun disemaraki dengan pernah pernik dan ornamen berupa aksesoris yang berwarna merah, kue keranjang, angpao, lentera, petasan/mercon, tebu dan barongsai,

Makna Simbolis

  • Warna merah : kebahagiaan dan semangat hidup.
  • Simbol ikan : lambang kelimpahan berkat kasih yang menghidupkan.
  • Harmoni dan kasih : anggota keluarga berkumpul, saling berbagi dan menyemangati.

Source: nusantaranews.wordpress.com


Back