Mengenal Budaya dan Tradisi Papua

12/07/2010

Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.........

Mendengar nama Papua, yang terbersit dibenak kita adalah masyarakat yang terbelakang dengan adat dan kehidupan alam yang sangat kental. Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, Papua merupakan satu daerah yang belum cukup terdengar gaungnya.

Namun, dibalik asumsi masyarakat yang sepertinya sedikit mengesampingkan Papua, pulau ini layak untuk dikatakan sebagai surga yang turun dari langit. Kita patut cinta dan bangga terhadap budaya Papua yang menjadi bagian dari Negara Indonesia. Di balik pulaunya yang masih sangat hijau, banyak terdapat berbagai budaya yang sangat indah.

Lihatlah ragam tarian Papua. Gerakan tari yang mirip dengan tarian perang, tarian yang menampilkan sekumpulan penari pria dengan pakaian adat Papua, lengkap dengan tameng dan tombak. Tarian ini menampilkan gerakan yang energik dalam memainkan tombak dan tameng, dan terkadang diiringi dengan suara teriakan khas. Iringan alat musik serupa kendang, merupakan salah satu iringan musik yang dominan dalam tarian tersebut.

Masyarakat Papua memiliki ikon khas yang disebut NOKEN atau AGIYA, yaitu sebuah alat yang biasa digunakan oleh perempuan di pedalaman Papua untuk buaian bayi mereka, menyimpan babi, umbi-umbian, sayur, dan pakaian. Noken terbuat dari tali hutan (kayu) khusus yang tidak mudah putus, seperti rotan atau pohon lainnya.

Dengan perkembangan zaman, Noken pun mengalami kemajuan dalam produksinya. Setelah proses anyam, Noken diberi warna-warni sehingga berpenampilan lebih menarik. Noken bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional di Papua dengan harga antara Rp 15.000 – 100.000 per buah. Murah bukan..?

HONAI adalah rumah khas Papua yang dihuni oleh Suku Dani yang terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut dari jerami atau ilalang. Honai dibangun sempit dengan pintu yang kecil dan tidak memiliki jendela. untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua. Honai terdiri dari 2 lantai yaitu lantai pertama sebagai tempat tidur dan lantai kedua untuk tempat bersantai, makan, dan mengerjakan kerajinan tangan.

Selain itu, tradisi masyarakat Papua semakin sempurna dengan adanya TIFA sebagai salah satu alat musik khas mereka. Tifa sering dipakai oleh beberapa etnik di Papua di dalam tarian penyambutan bagi tamu yang datang ke daerah mereka. Tifa bermakna mengajak untuk berkumpul dalam suasana penuh persaudaraan yang hangat dan gembira.

Sudah mengetahui keunikan Papua dan masyarakatnya bukan? Mari kita bersama menjaga keharmonisan seluruh negeri kita termasuk menjaga keharuman nama Papua sebagai bagian dari kekayaan budaya serta tradisi Indonesia.

Source : Berbagai sumber


Back