Maknai Valentine’s Day Anda
18/01/2010

Pernahkah
terbersit dipikiran Anda bahwa hari Valentine memiliki sejarah cukup unik dan bahkan
kadang banyak orang mengkhususkan budget tertentu untuk merayakan hari Valentine
yang jatuh pada tanggal 14 Februari itu?
Valentine menjadi satu hari yang spesial untuk pasangan yang sedang memadu kasih
atau bahkan sekarang menjadi lebih meluas dengan merayakannya bersama keluarga
baik ayah ataupun ibu serta saudara-saudara lainnya.
Valentine berawal dari jaman kerajaan Romawi. Menurut adat Romawi, 14 Februari
adalah hari untuk menghormati Juno, ratu para dewa dewi Romawi atau dikenal sebagai
dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan
‘Feast
of Lupercalia.’
Pada masa itu, para gadis dilarang berhubungan dengan para pria. Pada malam menjelang
festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas
dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Kemudian para pria harus mengambil
satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya
di festival itu.
Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain, berpacaran
selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Dibawah pemerintahan Kaisar Claudius
II, Romawi terlibat dalam peperangan. Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan
merekrut pemuda untuk memperkuat armada perangnya.
Ia berasumsi bahwa para pria Romawi enggan masuk tentara karena berat meninggalkan
keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan
dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine yang saat itu menjadi pendeta terkenal
di Romawi menolak perintah ini.
Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para pasangan yang
sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang kaisar yang segera memerintahkan
pengawalnya untuk menyeret dan memenggal pendeta baik hati tersebut.
Ia meninggal tepat pada hari ke-empat belas di bulan Februari pada tahun 270 Masehi.
Saat itu rakyat Romawi telah mengenal Februari sebagai festival Lupercalia, tradisi
untuk memuja para dewa. Dalam tradisi ini para pria diperbolehkan memilih gadis
untuk pasangan sehari.
Dan karena Lupercalia mulai pada pertengahan bulan Februari, para pastor memilih
nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu. Sejak itu mulailah
para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan pada hari Valentine.
Valentine di masa-masa sekarang

Di berbagai
belahan dunia, orang beramai-ramai merayakan hari Valentine di tanggal 14 Februari.
Di Indonesia pun, masyarakat turut menyambut gembira datangnya hari kasih sayang
ini meskipun mereka tidak begitu tahu pasti sejarah Valentine dan mengapa ikut
merayakan hari tersebut.
Acara Valentine mulai dirayakan besar-besaran semenjak tahun 1800 berawal dari
Miss Esther Howland di AS yang tercatat sebagai orang pertama yang mengirimkan
kartu valentine. Kini acara ini menjadi sebuah area bisnis yang menguntungkan.
Perlahan perayaan hari kasih sayang ini menjadi semakin meluas dan menularkan
demam
valentine ke seluruh dunia dibarengi dengan berbagai macam versi tentang
makna valentine itu sendiri. Bahkan anak-anak remaja dan anak-anak kecil pun tertular
dengan wabah ini, mereka saling berkirim kartu dengan teman-temannya di sekolah
untuk merayakan hari kasih sayang walaupun sebenarnya mereka tidak tahu untuk
apa perayaan tersebut.
Namun ada satu makna yang dapat kita ambil jika kita merenungkan perayaan Valentine
ini. Setidaknya kita memperoleh satu kritikan pedas terhadap diri kita sendiri.
Sudahkah kita memberikan kasih sayang kita kepada kedua orang tua kita dan sudahkah
kita memberikan kasih sayang kepada semua saudara saudara, teman-teman kita dan
semua orang yang membutuhkan bantuan kita? Dan apakah rasa sayang kita terhadap
teman, kekasih ataupun keluarga kita hanya perlu ditunjukkan dengan menunggu datangnya
tanggal 14 februari? Kita harus bisa menunjukkan perhatian dan kasih saying kita
setiap hari. Kita juga tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membeli coklat,
bunga dan pernak-pernik lainnya untuk menunjukkan rasa sayang kita, cukup dengan
perhatian yang tulus dan keikhlasan untuk membantu sesama akan jauh lebih berkesan
dan bermakna daripada perayaan tapi kita tidak tahu makna sebenarnya dibalik itu
semua.
Happy Valentine untuk Anda dan orang-orang disekitar Anda dan berangkatlah dari
mencintai diri sendiri dan mencintai orang lain sehingga Anda akan menjadi pribadi
yang kaya dengan welas asih.
Source : http://reeleks.wordpress.com/2009/11/21/sejarah-valentine/
Back