

Perbedaan
pola asuhan yang berdasarkan gender memberikan dampak negatif bagi tumbuh kembang
anak. Anak-anak cenderung dibedakan dalan hal-hal tertentu seperti dalam hal teknologi.
Anak laki-laki lebih diajarkan untuk menggali hak teknis, lebih kreatif dalam hal
teknologi, dan berani mengambil resiko. Hal ini kemudian membentuk mereka lebih
maju dalam penggunaan benda-benda teknologi dan berbagai gadget seperti ponsel.
Hal ini pulalah yang mendukung Cotton melakukan risetnya untuk medukung hipotesis
tersebut.Cotten sempat mengungkapkan rasa khawatir jika hal ini dibiarkan maka anak perempuan akan tertinggal dalam hal teknologi. Menurutnya, anak perempuan pun sebaiknya diperlakukan sama sehingga mereka terdorong untuk memiliki keahlian teknologi yang sama dengan anak laki-laki.
"Hal ini kemudian akan berdampak pada jenis pekerjaan dan tugas yang dipilih anak perempuan," kata Cotten.
Dalam studinya, Cotten dan timnya meneliti sekira 1.000 siswa sekolah berusia 11 hingga 13 tahun. Mereka diminta untuk membuat peringkat berbagai cara menggunakan ponsel dalam skala 0-5. Skala 0 berarti tidak pernah sama sekali, sementara 5 berarti beberapa kali dalam sehari.
Hasilnya, anak laki-laki mendapatkan skor lebih tinggi ketimbang anak perempuan dalam penggunaan ponsel untuk bermain game, berbagi foto dan video, mendengarkan musik, serta mengirim email. Ini menjadi bukti nyata bahwa anak laki-laki cenderung lebih memiliki pola pikir untuk melakukan hal-hal yang menantang dan lebih kreatif.
source : Okezone.com
