Media Komunikasi D~NET Surabaya, Malang dan Bali

Smartphone dan Internet Merusak Memori Anda?

Posted : 7 - 8 - 2015

Menyimpan informasi di telepon ternyata mendorong seseorang untuk menghapusnya dari pikiran. Setidaknya itu salah satu poin yang dihasilkan dalam riset terbaru Kaspersky Lab mengenai Digital Amnesia. Perusahaan anti-virus tersebut meneliti bagaimana perangkat digital dan internet bisa memperngaruhi cara orang mengingat sesuatu.

Sama seperti yang banyak peneliti katakan, dalam artikel blog Kate Kochetkova, ahli Kaspersky Lab, menyebutkan bahwa ketika seseorang menyimpan informasi di eksternal (misalnya dalam telepon), dengan demikian mereka mendorong pikirannya sendiri untuk menghapusnya.

Para ilmuwan mengatakan bahwa melupakan bukan hal yang buruk sama sekali. Otak seseorang memiliki batas kapasitas dalam hal mampu untuk menulis ulang data yang tidak relevan dengan fakta-fakta dan kenangan yang lebih topikal. Itu sebabnya selama penelitian ini lebih dari setengah dari orang dewasa di Eropa yang disurvei tidak bisa mengingat nomor telepon kantor atau bahkan anak-anak mereka tanpa melihat ke ponsel. Bahkan sekitar sepertiga responden tidak dapat mengingat nomor pasangan mereka.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 91% orang dewasa Amerika yang disurvei mengakui ketergantungan mereka pada Internet dan perangkat digital sebagai alat untuk mengingat dan perpanjangan dari otak mereka. Demikian pula, 79,5% orang dewasa Eropa yang disurvei, mengakui menggunakan internet sebagai buku referensi universal. Semua informasi yang sebelumnya harus di hafal atau cari di tempat lain sekarang dapat disimpan hanya dengan beberapa klik saja.

Pada saat yang sama, 61% responden Eropa mengatakan mereka membutuhkan jawaban dengan cepat dan tidak punya cukup waktu untuk mencarinya di perpustakaan atau buku. Lebih lanjut Kate mengatakan bahwa smartphone adalah sahabat yang selalu ada bagi kebanyakan dari kita. Mereka telah menjadi ekstensi bagi otak manusia; dan seperti otak, mereka membutuhkan perlindungan. Tetapi hanya beberapa pengguna yang melindungi ponsel mereka dengan keamanan IT yang memadai.

Bahkan 28% dari responden yang disurvei di Amerika mencatat bahwa mereka tidak melindungi SATUPUN dari perangkat mereka sementara hanya satu dari tiga yang menginstal keamanan tambahan pada smartphone mereka (30,5%) dan hanya satu dari lima melakukannya pada tablet mereka (20,5%).

Sumber: http://selular.id/