Media Komunikasi D~NET Surabaya, Malang dan Bali

Perbandingan Akses Teknologi Fiber Optik VS Wireless

Posted : 7 - 8 - 2015

Perbandingan ini dilihat dari berbagai kriteria yang dimiliki oleh media tersebut, seperti bandwith, biaya instalasi, biaya pengoperasian dan pemeliharaan, strategi pembangunan atau perluasan jaringan, skalabilitas, gangguan, keamanan, dan masalah legalitas dan regulasi. Berikut perbandingan akses teknologi fiber optik dan wireless:

Bandwidth

Secara teori, koneksi dengan fiber optic tidak memiliki batasan bandwidth, karena memungkinkan jalur dedicated data  lewat antara dua titik, dan bandwith dari alur data tersebut hanya terbatasi oleh kemampuan sarana-prasana dikedua titik. Teknologi wireless tidak menyediakan alur dedicated data; transmiter RF dan beberapa penerima digunakan untuk mengubah udara antara dua titik sebagai jalur data. Kemampuan ini untuk mengatur komunikasi dari satu titik ke beberapa titik (point-to-multipoint) yang merupakan keuntungan wireless dari pada fiber optik, tetapi bandwidth dari sinyal wireless dibatasi oleh sejumlah variabel.

Variable-variable ini termasuk jumlah spectrum, (jumlah frekuensi) yang diperbolehkan untuk mengirim atau menerima, frekuensi itu sendiri (berapa banyak putaran per detik diperbolehkan untuk mengirimkan / menerima), dan skema modulasi (berapa banyak bit dalam mendorong satu putaran). Munculnya generasi baru standar komunikasi wireless memanfaatkan peningkatan teknik modulasi untuk menghasilkan lebih banyak bandwidth yang kelaur dari frekuensi yang sama. Namun, jumlah total bandwidth yang dicapai oleh teknologi wireless, khususnya yang menggunakan spektrum yang tidak berlisensi masih berada dibawah  fiber optik. Sementara pengaturan wireless tidak berlisensi dapat memberikan beberapa megabits per detik,, koneksi fiber optik yang paling maju mampu menghasilkan beberapa gigabits per detik.

Biaya pemasangan

Dalam hal biaya pemasangan, wireless memiliki keuntungan lebih dari fiber optik. Fiber optik membutuhkan biaya persiapan jalur antara dua poin, pemasangan kabel, dan akhirnya pemasangan peralatan transmisi. Pemasangan seperti ini akan lebih mahal di kawasan pedesaan dimana lebih banyak halangan yang muncul pada kedua titik. Sebaliknya, biaya pemasangan wireless sebatas hanya pada biaya pemasangan stasiun dan peralatan yang diberikan ke pelanggan. Di daerah pedesaan, tidak ada biaya tambahan yang muncul dan penyebaran teknologi wireless sepanjang daerah perbukitan sangatlah baik selama sinyal wireless dapat mencapai tempai tujuan tanpa adanya halangan atau pelemahan sinyal.

Biaya Operasional dan Pemeliharaan

Biaya  pembangunan pada jalur kedua tempat biasanya memerlukan biaya tambahan, untuk tiang pembangunan, jalur untuk kedua sisi, dan penutupan konstruksi. Jika penutupan kabel fiber terletak bersamaan dengan penyedia lainnya maka akan ada biaya tambahan. Wireless juga memiliki biaya yang berulang, seperti pemasangan tower, atau peyewaan tempat pada bangunan tinggi. Untuk mengatasi biaya ini, beberapa penyedia layanan menciptakan perjanjian kreatif dengan pemilik gedung. Hal ini akan mengurangi biaya sewa.

Dalam hal biaya pemeliharaan, biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan sambungan fiber lebih mahal daripada sambungan wireless pada kedua titik yang sama. Jaringan fiber rentan terhadap berbagai masalah fisik karena menggunakan kabel fisik, dan sekali terjadi kesalahan , maka itu mungkin terjadi di sepanjang rute kabel sejauh beberapa mil. Sedangkan wireless, tidak ada infrastruktur fisik antara penyedia layanan dan konsumen, dan jika terjadi kesalahan dapat terdeteksi pada bagian akhir atau yang lainnya.

Strategi pembangunan dan perluasan.

Dalam pembangunan fiber optik, merupakan hal yang penting untuk merencanakan penambahan poin-poin pada masa mendatang meskipun pada awalnya poin-poin tersebut tidak berhubungan. Hal inilah yang membatasi fiber optik, karena sangat tidak mungkin untuk memberi tambahan di sepanjang kabel fiber pada setiap titik di sepanjang jalur. Masalah ini membuat fiber optik lebih mudah cocok untuk menjadi tulang punggung jaringan, di mana ada sedikit lokasi-lokasi yang yang terhubung pada transmisi data tingkat tinggi.

Pembatasan ini ini tidak terdapat pada wireless, karena jika jumlah pelanggan pada suata area tumbuh diluar kapasitas tempat akses, maka tempat akses yang baru bisa ditambahkan. Tetapi solusi baru ini lebih murah dari pada fiber optic. Intinya adalah, dengan fiber, segala sesuatu harus dipikirkan sebelum penentuan harga pembangunan. Sebaliknya, pembanguna wireless bisa ditingkatkan sesuai dengan permintaan atau bahkan melebihi permintaan itu sendiri.

Skalabilitas

Dengan fiber, kabel kaca fiber optik yang terdapat di lokasi-lokasi menjadi bukti bagian masa depan. Sekali kabel sudah dipasang, performanya dapat ditingkatkan dengan memperbaharui peralatan di titik akhir.

Dengan wireless, sebaliknya, medianya adalah udara itu sendiri antara dua titik, dan total data yang dapat dikirimkan lewat udara dapat dinaikkan dengan meningkatkan peralatan akhir. Dari segi skalabilitas arsitektur, ada perbedaan besar antara fiber optik dan wireless. Jaringan fiber akan memerlukan perhatian yang lebih kritis sedangkan jaringan wireless dapat diperluas dengan mudah dimasa depan, sepanjang memperhatikan beban stasiun dan koneksi backhaul sehingga tidak mengurangi kualitas bandwith kepada pelanggan sebelummnya.

Gangguan

Dengan teknologi wireless yang tidak berlisensi, kepadatan spektrum dapat menjadi masalah ketika jaringan bertumbuh dan jumlah pelanggan dan penyedia jasa juga naik. Ini menciptakan gangguan berkepanjangan.

Kepadatan spektrum bukanlah masalah pada fiber optik karena bentuk kabel fiber berdekatan antara setiap jalur lokasi dari penyedia layanan ke pelanggan, dan sinyal yang lain dengan tipe yang sama tidak menyebabkan gangguan. Gangguan elektromagnetik tidak memiliki efek pada fiber optik, sejak digunakannya gelombang cahaya dari pada impuls listrik dalam menerima data.

Keamanan

Keamanan fiber optik sulit bahkan mustahil ditembus. Berbeda dengan sinyal jaringan wireless yang dikirim melalui udara, pada dasarnya mereka rentan terhadap ancaman seperti disadap dan koneksi yang tidak sah. Keamanan seharusnya merupakan bagian integral dari jaringan komputer sampai ke susunan protokol dan perlu diaplikasi pada setiap lapisan. Ini berarti menggunakan keamanan protocol-protokol komunikasi (SSH, HTTPS,dll.) yang tidak mengirim informasi sensitif dalam teks yang jelas. Memang benar bahwa jaringan network mudah digunakan oleh pengguna yang tidak sah untuk diakses. Jadi, jaringan sebaiknya dirancang sedemikian rupa dan pengguna yang sah harus dilatih untuk mengamankan data dan komunikasi mereka .

Aplikasi pendukung

Dengan wireless, kita dibatasi hingga bandwith yang tidak terbatas dan kualitas pelayanan yang kurang dari fiber. Koneksi wireless mendukung semua peralatan yang digunakan di rumah, dan hampir seluruh aplikasi bisnis (web-search, e-commerce, e-mail,dll), namun tidak cukup berfungsi sebagai  tulang punggung utama layananan sebuah wilayah. Disisi lain, koneksi fiber optik dapat dikonfigurasikan untuk memberikan bandwidth dan kualitas layanan untuk mendukung seluruh aplikasi telekomunikasi. Apapun yang dilakukan dengan wireless, dapat lebih cepat dengan fiber optik. Sebagai tambahan, fiber optik dapat digunakan di semua lapisan termasuk akses jaringan , distribusi , dan tulang punggung itu sendiri .

Masalah regulasi dan legalitas

Keberadaan fiber optik dan wireless hadir dalam konteks legalitas dan regulasi. Sebagai contoh, “siapa yang dapat penyediakan layanan ini (contoh: privat, publik, badan nirlaba)  mengingat banyaknya kontroversi pada dua teknologi ini. Dengan fiber, ada regulasi yang berkaitan dengan cara pemasangan tiang dan kabel yang berhubungan dengan pemerintah lokal. Sedangkan wireless, menghadapi pertanyaan spektrum berlisensi dan tidak berlisensi, dan apakah teknologi ini menciptakan dan menerima gangguan, sebagaimana ketika pemasangan tower dan koordinat konstruksi.
Untuk Indonesia sendiri, komunikasi wireless dapat dilakukan dengan frekuensi berijin dan non-berijin. Pada frekuensi non-berijin (2,4 Ghz dan 5,8 Ghz), pengguna tidak harus melakukan pembayaran dan bebas pakai.

  1. Frekuensi carrier pada alat dan perangkat yang beroperasi pada pita 2,4 GHz: 2,412 GHz – 2,472 GHz (13 channels) dan
  2. Frekuensi carrier pada alat dan perangkat yang beroperasi pada pita 5,8 GHz: 5,745 GHz – 5,805 GHz (4 channels).

Sources: