Media Komunikasi D~NET Surabaya, Malang dan Bali

Lily Camera

Posted : 7 - 8 - 2015

Lily merupakan sebuah kamera terbang bagi siapa saja yang mengutamakan kesempurnaan hasil jepretan daripada mengendalikan sebuah quadcopter.

Berukuran seperti M&M besar dengan baling-baling, Anda dapat mengambil Lily Camera dari tas ransel Anda. Dengan tinggi 3 inch (8 cm), berdiameter sekitar 10 inch (26cm), dan berat hanya 2,8 pound (1.3kg). Lempar lily camera ke udara, motor penggerak akan secara otomatis mengerakan drone untuk terbang. Secara keseluruhan bodi kamera terpasang dengan aman, sehingga dapat terbang saat hujan atau salju, bahkan saat Anda lempar ke air.

Tidak terdapat radio controller pada Lily Camera atau apaun seperti pengendali. Daripada Anda menghawatirkan tentang guncangan yang terjadi. Anda hanya perlu mengikat tracking device yang tersedia.

Dengan kombinasi GPS dan visual subject tracking, sensor pada Lily akan memberitahu posisi, jarak, dan kecepatan Anda, sehingga dapat menangkap momen Anda.

Saat Lily sudah dikunci dengan Anda, dapat diatur pada posisi tertentu. Lily akan melayang dan mengitari Anda untuk menangkap moment tersebut. Lily juga dapat diatur untuk terbang sebagai dronies sempurna atau mengikuti setiap gerakan Anda. Anda dapat mengatur penerbangan yang lain dan juga mengganti pengaturan, mengedit, dan menyebarkan hasil kamera tersebut melalui sebuah aplikasi mobile.

Lily Camera menggunakan sensor 12-megapixel yang dapat Anda temukan di kamera GoPro Hero3 dan Ion Air Pro 3 action. Dengan menggunakan 12-megapixel, kamera dapat menangkap 1080p video hingga 60 frame/detik, atau 720p pada 12-ftps. Sebagai tambahan, tracker memiliki mic yang tersinkrosinasi dengan kamera, memungkinkan Anda menangkap suara yang ada dibawah kamera.    

Sumber : http://www.cnet.com/products/lily-camera/