Media Komunikasi D~NET Surabaya, Malang dan Bali

Generasi Muda Mulai Lirik E-Commerce B2B

Posted : 7 - 8 - 2015

Menurut survey Google dan Millward Brown Digital, dalam kurun waktu 2012 sampai 2014 terdapat kenaikan 70 persen pada usia 18-34 yang melakukan pembelian secara Business to Business (B2B). Data serupa juga menunjukkan pada tahun 2014, sebanyak 46 persen dari para generasi muda ini adalah pengambil keputusan dalam pembelian B2B tersebut.

"Pada saat ini, generasi muda merupakan pemegang utama dalam membuat keputusan untuk pembelian barang. Pergantian generasi tersebut dapat diartikan bahwa mereka mengharapkan ketersediaan informasi yang sama seperti saat mereka membeli kebutuhan pribadi dengan saat mereka membeli kebutuhan bisnis. Bizzy-lah yang mempunyai arah ke sana.", jelas Peter Goldsworthy, CEO & Co-Founder Bizzy.co.id.

Selain penawaran dan pelayanan yang menarik Bizzy juga memberikan kontribusi khusus kepada beberapa organisasi seperti rumah sakit, yayasan, lembaga pendidikan, dan tech startup, dengan menyediakan kartu anggota grosir untuk menikmati harga grosir tanpa jumlah minimum pesanan selama 1 tahun.

Selama ini, beberapa perusahaan online terkemuka seperti Tiket.com, Traveloka, HaloMoney dan GrabTaxi sudah menjadi pelanggan setia Bizzy. Mereka percaya bahwa bizzy.co.id akan memberikan sesuatu yang spektakuler untuk bisnis B2B di tahun 2015.

Di Amerika Serikat, ecommerce B2B mempunyai peluang pasar sebesar USD1triliun, sedangkan saat ini, pasar ecommerce B2B di Asia sudah mewakili angka yang besar dan terus berkembang dari total transaksi online. Sedangkan di China, ecommerce B2B pada tahun 2020 diperkirakan akan memiliki potensi sebesar USD2,1 triliun. Di Korea Selatan, 91 persen dari transaksi online adalah B2B.

Di Thailand, yang merupakan tetangga terdekat Indonesia, B2B ecommerce mewakili lebih dari 50 persen total nilai transaksi online. Padahal Jika dilihat melalui tipe startup, angka tersebut hanya diwakili oleh 20 persen bisnis B2B dari semua jenis bisnis di Thailand. Sedangkan di Indonesia, pendapatan yang didapat hanya sekitar 11 persen, terbagi antara B2B dan B2C.

Sumber: http://selular.id/