Media Komunikasi D~NET Surabaya, Malang dan Bali

Fokus Perusahaan Di Era Software Defined

Posted : 7 - 8 - 2015

Semakin cepatnya lajur bisnis dan juga tuntutan dari pelanggan yang kian meningkat, perusahaan didesak untuk bisa bergerak dengan lincah; seperti mampu menyediakan berbagai layanan dan inovasi baru dengan cepat. Imbasnya, seluruh komponen di dalam perusahaan didesak untuk bisa bergerak secara lincah demi mengikuti perkembangan pasar, termasuk sistem TI perusahaan. Sistem TI perusahaan dituntut untuk mampu menyediakan berbagai layanan dan inovasi dengan cepat, namun dengan biaya yang lebih efisien.

Demi menjawab tantangan untuk bisa menyediakan berbagai layanan inovasi dengan cepat dengan biaya yang lebih efisien, banyak enterprise mulai menerapkan apapun berbasis software / software-defined ke dalam sistem TI perusahaan. Salah satu yang menjadi primadona bagi enterprise adalah software defined networking (SDN). Bahkan, IDC memprediksikan bahwa pasar SDN di seluruh dunia untuk segmen enterprise dan penyedia layanan cloud akan tumbuh dari US$ 960 juta pada tahun 2014 menjadi US$ 8 miliar pada tahun 2018 . Apakah artinya tantangan tersebut bisa diatasi?

Andre Iswanto, Senior Field System Engineer di F5 Networks Indonesia mengatakan bahwa dari sudut pandang teknis, SDN saja belum cukup untuk membantu perusahaan mengatasi kebutuhan akan sistem TI yang lincah. "Hal ini disebabkan karena SDN hanya menjangkau dan melayani kebutuhan pada lapisan 2 (tautan data / data link) hingga 3 (jaringan) dalam model model arsitektur jaringan Open Sistem Interkoneksi (OSI)", ujar Andre.

"Sedangkan lapisan penting lainnya dalam model arsitektur jaringan ini; lapisan 4 hingga 7, yang secara berurutan adalah lapisan transpor, sesi, presentasi, dan aplikasi; tidak terjangkau oleh SDN", lanjutnya. Andre pun mengatakan bahwa untuk menjembatani lapisan-lapisan yang belum terjangkau oleh SDN, perusahaan perlu mengubah bagaimana cara pandang mereka terhadap arsitektur sistem TI. "Perusahaan perlu melihat bahwa layanan aplikasi, serta aplikasi itu sendiri merupakan bagian dari arsitektur sistem IT (tidak hanya hardware)", imbuhnya. F5 memiliki aplikasi software defined application service (SDAS) yang bisa diimplementasikan di perusahaan.

Andre mengatakan bahwa SDAS ini dapat menghemat biaya perusahaan. "Perusahaan dapat mengurangi biaya dan kompleksitas secara signifikan karena layanan aplikasi dari sebuah perusahaan - yang terdapat di data center on-premise maupun cloud - dapat dipasang, dikendalikan, dan diatur secara terpusat", ujar Andre. Menurut pengertiannya, segala kebijakan yang meliputi kesesuaian dan regulasi dapat diberlakukan di seluruh lingkungan fisik & virtual secara terpusat.

Perkembangan teknologi software-defined mulai dari software defined networking (SDN), software defined data center (SDDC), hingga software defined storage (SDS) menunjukan bahwa saat ini IT bergerak ke arah yang semakin berorientasi pada software. Karena itu dalam proses pengiriman aplikasi, layanan aplikasi haruslah mampu menyesuaikan diri dengan ekosistem software-defined.

"Memanfaatkan SDAS merupakan cara terbaik bagi perusahaan untuk memastikan keandalan, keamanan, dan kinerja dari layanan aplikasi enterprise modern yang mengoperasikan sistem TI mereka di platform yang beragam (baik ekosistem fisik maupun virtual) guna mampu mengikuti cepatnya laju bisnis", tutup Andre dalam diskusinya.

Sumber: http://www.ciso.co.id/