Jadilah Kartini di Era Informasi Abad Ini

Posted : 5 - 5 - 2011

Surabaya, 16 April 2011: Wanita Indonesia kini makin luar biasa. Kesetaraan gender yang dicita-citakan R.A Kartini menjadi kenyataan. Hampir di seluruh pelosok Indonesia bisa kita jumpai banyak wanita yang menorehkan segudang prestasi. Entah itu dari kalangan akademis, instasi, ataupun lainnya.

Tapi, banyak bukan berarti semua. Masih ada kaum hawa yang tertindas dan tergerus perkembangan jaman, terutama dalam hal pengenalan internet. Padahal, dunia maya kini telah menjadi komoditi sehari-hari bagi seluruh kalangan. Hal ini tak lepas dari berbagai kemudahan yang ditawarkan internet.

Tapi bagaimana dengan wanita, khususnya ibu-ibu? Apakah mereka sudah akrab dengan internet? Apakah mereka hanya mengetahui sisi buruk internet seperti yang diberitakan di sejumlah media tanpa mengenal sejuta manfaatnya?

Menyikapi hal tersebut, D~Net lewat Program CSR bekerja sama dengan PKK Surabaya mengadakan pelatihan internet kepada Ibu Lurah dan Ibu Camat se-Surabaya untuk bersama-sama mengenal dan memanfaatkan internet.

"Mereka adalah teladan di lingkungannya, dan sudah seharusnya jauh dari kesan gaptek (gagap teknologi), terutama untuk urusan internet. Sementara internet sendiri sangat menunjang kemudahan dalam bekerja. Kita bisa terhubung dengan klien ataupun rekan kerja kapan dan dimana pun," ujar Deasy D. Prasetyo, PR Manager D~Net Surabaya.           

Pendapat Deasy diperkuat Ibu. Dyah Katarina, S.Psi, selaku ketua tim penggerak PKK Surabaya.  "Sudah saatnya perempuan duduk sama rata dengan laki-laki. Kesetaraan gender di antara kaum perempuan semestinya sudah terbangun, termasuk dalam hal teknologi internet. Diharapkan dalam pelatihan ini tidak ada alasan lagi bagi ibu-ibu tidak mau belajar internet," ungkapnya.

Istri Wakil Walikota Surabaya ini menangkap sebenarnya para peserta sanggup membeli komputer ataupun laptop untuk mengakses internet. Namun semua kembali kepada motivasi masing-masing individu. "Mau bisa menggunakan atau hanya menjadikan komputer mereka sebagai sekedar pajangan?" imbuhnya.

Tujuan lain workshop ini yaitu membantu ibu-ibu agar bisa lebih waspada terhadap maraknya peredaran situs porno. Berdasarkan survei KPA (Komisi Perlindungan Anak) terhadap 4.500 remaja usia 8-17 tahun di 12 kota besar di seluruh Indonesia, 97 persen generasi muda Indonesia mengaku pernah mengakses Situs Porno.

"Sebanyak 90 persen diantaranya mengaku tidak sengaja. Ini yang berbahaya. Karena industri pornografi mulai canggih dalam menjebak remaja. Karena itu kita perlu mewaspadainya dengan melakukan filter," kata Staf Khusus Menkominfo, Son Kuswadi dalam salah satu seminarnya. 

Data mengejutkan lainnya diungkapkan pakar telematika Roy Suryo yang mengatakan dari sekitar 24,5 juta situs buatan Indonesia, satu jutanya diantaranya merupakan situs porno. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Sebab, kebanyakan situs porno ini menggunakan layanan hosting dari luar Indonesia, sehingga akan sulit dilacak dan dijerat dengan yurisdiksi Indonesia.

"Jangan sampai orang tua kalah canggih dengan anak. Dengan memahami internet, orang tua bisa menjaga anak-anaknya agar tetap memanfaatkan internet untuk keperluan positif. Lengah sedikit, masa depan anak kita jadi taruhannya," tegas Deasy D.Prasetyo.

D~Net dan PKK Surabaya mengundang 140 Ibu Lurah dan Ibu Camat se-Surabaya untuk mengikuti Pelatihan Internet bertema Jadilah Kartini di Era Informasi Abad Ini yang bertempat di Mall BG Junction, Jl Bubutan 1-7 Surabaya. 




Karena jumlah peserta yang banyak, pelatihan dibagi menjadi 4 hari. "Acara dimulai dari 14 hingga 17 April 2011. Rata-rata perhari diikuti 35 Ibuu Lurah dan Ibu Camat," kata Deasy. Pelaksanaan pelatihan sengaja dibagi agar mendapat jumlah peserta yang ideal disetiap pelaksanaan. "Ini agar materi bisa lebih maksimal diserap peserta," imbuhnya. Agar makin efektif, tiap peserta diberi satu komputer selama workshop. Dengan demikian begitu pembicara memberikan arahan, para peserta bisa seketika itu juga mempraktekannya. "Dengan memiliki pengalaman praktek secara langsung, peserta semakin mudah mengingat pelajaran yang diperoleh," ujar Deasy.  

Selama pelatihan, D~Net memberikan pengenalan mulai dari dasar-dasar internet, cara browsing, dan memanfaatkan search engine untuk pekerjaan/mencari data. Kemudian dilanjutkan mengenal dan memahami cara kerja email. Mulai dari registrasi, membuat, membalas, dan membuat lampiran dokumen ataupun foto.

"Rencana kami, pelatihan ini sebagai tahap dasar untuk menuju ke pelatihan tentang internet yang lebih advance yaitu blogging ataupun membuat website, itupun jika para ibu-ibu ini memerlukannya. Tujuan utama di pelatihan ini adalah untuk mengajak memanfaatkan internet secara baik dan benar, selanjutnya baru akan kami ajak mereka mempelajari internet dalam fungsi yang lebih kompleks," jelas Deasy.

Dari hasil pengamatan, para peserta terlihat antusias. Salah satunya Titiek Krisnawati. Ia mengaku senang mengikuti pelatihan ini karena begitu banyak hal baru yang diperolehnya. "Sayang hanya sehari, coba kalau berkelanjutan. Sepulang dari sini, saya mau coba-coba lagi di rumah biar tidak lupa," ujarnya.

Peserta lain yang tak kalah serius adalah Etik Suryaningsih. Dari dulu dia sebenarnya ingin "mencoba" internet, entah itu untuk email atau mencari resep makanan. "Anak saya itu pelit kalau saya minta diajarin. Mumpung sekarang ada yang melatih, saya ingin mengenal dan mencoba internet," paparnya.

Salah satu yang membuatnya serius yaitu ingin lebih mawas diri terhadap banyaknya konten pornografi di internet. "Jika tidak tahu internet, bagaimana bisa mencegah anak saya membuka situs terlarang. Kan bisa saja saya dengan mudah dibohongi anak saya karena saya tidak tahu apa pun tentang dunia maya," imbuhnya.

Sebagai penutup acara, D~Net menyerahkan Certificate of Attendance kepada seluruh peserta yang telah mengikuti workshop. "Bagi ibu-ibu, belajar internet bukan hal mudah. Namun mereka tetap bersedia mempelajarinya. Mereka pantas mendapat penghargaan ini untuk jerih payahnya," jelas Deasy Prasetyo. 


OTHER ARTICLES
© Copyright by D~NET Surabaya 2011 | This site is best viewed with a resolution of 1024x768 (or higher)
back to top