Hati-hati Pilih Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini

Posted : 5 - 5 - 2011

Ketahuilah bahwa proses pendidikan anak tidak dimulai dari sekolah dasar, tetapi dari anak usia 18 bulan. Oleh karena itu kita harus berhati-hari untuk memilih pendidikan anak usia dini atau Paud.

Terlebih lagi saat ini PAUD di Indonesia belum merata, bahkan sertifikasinya pun tidak menjadi jaminan. Jika Anda mau pendidikan yang terbaik untuk anak-anak, maka pencarian sekolah pendidikan anak usia dini menjadi pekerjaan rumah terpenting para orangtua. Cari dengan hati-hati, jangan tergesa-gesa.

Ada banyak sekolah anak usia dini yang berembel-embel internasional dan franchise. Hanya segelintir yang mempertahankan kualitasnya, sisanya, tidak menjaga kualitasnya, termasuk tidak menjaga kualitas tenaga pengajarnya.

Lalu, bagaimana cara memilih sekolah untuk anak usia dini yang terbaik? Byrnes menyarankan:

  • Cek kurikulumnya. Ketahui apa saja yang akan diajarkan dan bagaimana cara pengajarannya.
  • Bicara dengan gurunya. Lihat apakah ada gairah dari para guru untuk mengajar kepada anak-anaknya. Jika mereka hanya melakukan pekerjaan, percuma. Anak tak akan diperhatikan kebutuhannya, karena kebutuhan setiap anak itu berbeda. Tanyakan pula mengenai cara menghadapi anak, ungkap masalah anak Anda, dan perhatikan jawaban si guru. Guru yang  baik seharusnya tahu mengenai cara menghadapi anak-anak dengan berbagai kebutuhan.
  • Bicara pula dengan kepala sekolahnya. Seorang kepala sekolah harus tahu dan paham mengenai pendidikan anak usia dini. Jika Anda tahu orang yang memimpin mengerti tugasnya, Anda akan tenang dan yakin bahwa sekolah si anak berjalan ke arah yang benar
  • Perhatikan pula lokasi belajarnya. Anak-anak masih belum paham benar apa yang aman dan tidak aman baginya. Pastikan lokasinya aman, tidak banyak benda-benda berbahaya bagi anak, serta bersih.
  • Kunjungi sekolah di jam belajar. Lihat bagaimana anak-anak berinteraksi dengan sekelilingnya. Apakah ada senyum di sana? Apakah anak-anak di sana terlihat bahagia? Kalau anak-anak usia dini itu tidak tertawa atau tersenyum, bisa dibilang ada yang tidak beres di sana.
  • Anak-anak juga harus bisa mendapat pelajaran di luar kelas. Mereka harus berinteraksi dengan alam untuk melatih motorik mereka.
  • Nilai-nilai lain pun sebaiknya diajarkan di usia ini untuk masa depannya, seperti cara bersosialisasi, sikap sopan, dan sifat karakteristik yang baik.
  • Perhatikan pula program yang dijalankan. Seharusnya ada segitiga kerjasama tak terputus antara guru, sekolah, dan orangtua. Ketiganya harus bekerja dengan baik. Harus ada program lain, keterlibatan orangtua-anak di sekolah tak hanya sebatas antar-jemput sekolah.
  • Jangan pernah menyerahkan pemilihan sekolah anak usia dini kepada si anak. Anak-anak belum mengerti apa yang harus diperhatikan. Orangtualah yang bertanggung jawab dan bertugas memilih sekolah yang terbaik untuk anak.

sumber : kompas


OTHER ARTICLES
© Copyright by D~NET Surabaya 2011 | This site is best viewed with a resolution of 1024x768 (or higher)
back to top