Bisnis Aplikasi Cerah, Alasan Bakrie Masuk Path

Posted : 16 - 1 - 2014

Aplikasi mobile punya prospek bisnis yang sangat cerah. Potensinya USD 25 miliar alias Rp 301,3 triliun di akhir 2015. Bisnis aplikasi ini juga semakin marak dengan menjamurnya smart devices seperti smartwatch dan smartglasses.

Kedua gadget itu akan menjadi tren baru pendamping smartphone dan memerlukan aplikasi mobile yang sesuai. Seperti detikINET kutip dari Juniper Research, Rabu (15/1/2013), penjualan kacamata pintar dan arloji pintar akan mencapai 130 juta unit di tahun 2018.

Sementara Gartner memperkirakan, smartphone yang akan dikapalkan di sepanjang 2014 ini mencapai 1,9 miliar unit dimana 1,1 miliar di antaranya berbasis Android. Selebihnya akan berbasis Windows 360 juta unit, dan Apple iOS 344 juta unit.

Meski dominasi iOS jauh di bawah Android, namun Apple berhasil meraup sedikitnya USD 10 miliar atau sekitar Rp 120 triliun dari hasil penjualan aplikasinya di App Store. Angka itu tumbuh pesat dari posisi USD 6,8 miliar atau Rp 82 triliun di 2010.

Di 2015 nanti, Apple diperkirakan masih jadi penguasa pasar mobile Apps dengan market share sedikitnya 20,5%. Situs MarketsandMarkets juga menulis prediksi, mobile games akan menjadi salah satu pendorong pesatnya bisnis aplikasi mobile. Tahun ini, nilai pasar aplikasi mobile games diprediksi mencapai USD 17 miliar.

Jumlah itu naik tiga kali lipat dari USD 6 miliar di tahun 2010. Ini berarti aplikasi mobile game menyumbang 75% dari total pasar aplikasi. Jika dihitung sejak tahun 2009 hingga 2014, kapitalisasi pasar aplikasi tumbuh 29,6% setiap tahunnya.

Hal lain yang juga ikut mendorong bisnis aplikasi adalah teknologi yang terus maju, perubahan model bisnis revenue sharing, tingginya adopsi smartphone, dan makin turunnya tarif data.

Kawasan Asia seperti China dan India akan mendorong bisnis aplikasi seiring bisnis seluler terus berkembang di dua negara tersebut. Namun kawasan Eropa tetap menjadi pemilik pasar terbesar pada 2015 mendatang yakni sekitar USD 8,4 miliar atau tumbuh 33,6% sepanjang 2010-2015.

Bisnis aplikasi juga diyakini tak terkena resesi global. Pada 2008 silam, aplikasi mobile yang terunduh naik146% dengan satu miliar kali download dibanding 2007 sebanyak 450 juta kali. Sementara pada 2009, ada sekitar 6,4 miliar kali download terhadap aplikasi yang teregistrasi.

Cerahnya prospek bisnis aplikasi nampaknya ikut menjadi alasan Bakrie Global Group saat menanamkan duitnya senilai USD 25 juta atau Rp 304 miliar di jejaring sosial media Path.

CEO Bakrie yaitu Anindya Bakrie mengatakan, investasi tersebut adalah bagian dari usaha Grup Bakrie membuat masyarakat Indonesia makin terkoneksi dan produktif.

"Ini bagian dari ikhtiar membuat masyarakat Indonesia semakin terkoneksi dan produktif. Mengingat kita salah satu pengguna Path terbesar," ujar Anindya melalui akun twitternya @anindyabakrie..

Anindy mengatakan, Grup Bakrie mengajak masyarakat Indonesia termasuk pengusaha muda untuk ikut dalam perkembangan industri teknologi dan jaringan dunia. "Kami hanya bagian kecil dari banyak investor Path," pungkasnya. 

Sumber: detik.com

quiz

Jawablah 5 pertanyaan Quiz edisi Januari - Maret 2014 ini. Bagi 3 pemenang yang
menjawab benar, masing-masing akan mendapat Coaxial Six dari  Cello Audio bagi yang beruntung.

read more