Download file:
     • guide-avas-ind.doc -- 1.352 KB
     • guide-avas-eng.doc (English version) -- 1.311 KB


Panduan Premium AVAS:

1. Akses ke link https://avas.dwp.co.id untuk membuka website D~NET Spam Firewall (Gambar 1). Akses ke link ini hanya bisa dilakukan dengan menggunakan koneksi D~NET.
2. Pilih bahasa yang akan digunakan melalui drop down menu yang ada pada kolom language (Chinese simplified, Chinese traditional, Deutsch, English (US), Espanol, Francais, Japanese atau Nederlands).
3.

Masukkan alamat email pada isian “Username” dan password D~NET Premium AVAS pada isian “Password” untuk login (Jika Anda belum memiliki password D~NET Premium AVAS atau lupa password D~NET Premium AVAS, cukup masukkan alamat email pada isian “Username” dan klik tombol “Create New Password”, maka password D~NET AVAS akan dikirim ke alamat email Anda).


Gambar 1. Website D~NET Spam Firewall
4.

Setelah login, maka Anda akan masuk ke halaman Quarantine Inbox (Gambar 2) dimana pada halaman tersebut akan berisi daftar email yang dikarantina. Jika anda login untuk yang pertama kali, maka halaman ini akan kosong karena belum didefinisikan email-email apa saja yang akan dikarantina.


Gambar 2. Tampilan Window Quarantine Inbox
5.

Untuk melakukan setting email sesuai dengan keinginan Anda, klik pada tab Preferences. Pada halaman ini terdapat beberapa menu:

a. Pada menu Whitelist/Blacklist (Gambar 3), Anda dapat menentukan email atau domain mana yang akan dimasukkan ke daftar putih (Whitelist) atau daftar hitam (Blacklist). Jika dimasukkan ke Whitelist, email atau domain tersebut tidak akan dianggap sebagai spam, tetapi tetap akan di-scan apakah mengandung virus atau tidak. Jika email atau domain tersebut dimasukkan ke Blacklist, maka email atau domain yang terdaftar di sini akan selalu diblock.


Gambar 3. Tampilan Window Preference -- Whitelist/Blacklist

Ketik email yang akan Anda masukkan dalam daftar Whitelist atau Blacklist, kemudian klik tombol Add. Cara pengetikan dapat dilihat pada Gambar 4.

b. Pada menu Quarantine Setting, Anda dapat melakukan setting:




Gambar 4. Cara Setting Whitelist/Blacklist

Quarantine Enable/Disable
Berfungsi untuk mengaktif atau menon-aktifkan karantina pada email account Anda (Gambar 5). Jika di-set “Yes” (enable), maka email akan dimasukkan ke Quarantine Inbox dan email notifikasi akan dikirimkan ke email inbox Anda. Jika di-set “No” (disable), maka email yang akan dikarantina akan ditandai dengan label “[QUAR]” pada email subject-nya dan tetap akan masuk ke dalam email inbox Anda. Tekan Save Changes setelah Anda melakukan setting.


Gambar 5. Cara Setting Quarantine Enable/Disable

Quarantine Notification
Berfungsi untuk melakukan setting waktu seberapa sering mendapatkan notifikasi bahwa ada email yang telah dikarantina dalam Quarantine Inbox.

Ada dua macam setting yang harus dilakukan yaitu notification interval dan notification address. Notification interval terdiri dari 3 pilihan seperti tersebut di bawah ini:
• Daily     : Jika Anda menginginkan email notifikasi terkirim setiap hari. Pilihan daily ini lebih disarankan agar tidak ada                   informasi yang terlewatkan tiap harinya.
• Weekly  : Jika Anda menginginkan email notifikasi terkirim setiap minggu.
• Never     : Jika Anda tidak menginginkan adanya email notifikasi.

Notification address berfungsi untuk menunjukkan email address yang akan dituju apabila email notifikasi akan dikirimkan. Setelah melakukan settting tekan Save Changes. Cara setting Quarantine Notification dapat dilihat pada Gambar 6.


Gambar 6. Cara Setting Quarantine Notification

Default Language
Berfungsi untuk memilih bahasa yang diinginkan untuk notifikasi. Ada delapan pilihan bahasa seperti yang disebutkan poin 2 di atas. Pemilihan bahasa juga berfungsi sebagai kode standart untuk menyaring karakter khusus dalam setiap email yang dikirimkan. Tekan Save Changes setelah melakukan perubahan setting.
Keterangan
: Semua email notifikasi dari Barracuda akan di-set dalam bentuk UTF8 encoding.


Gambar 7. Cara Setting Default Language

c. Pada menu Spam Setting, Anda dapat melakukan setting:

Spam Filter Enable/Disable
Berfungsi untuk mengaktif atau me-nonaktifkan spam filter untuk setiap email yang masuk ke email account Anda (Gambar 8).

Jika di-set “Yes” (enable), maka Spam Filter akan dinyalakan (disarankan untuk dinyalakan). Server akan menyaring setiap email yang masuk berdasar setting pada Quarantine Setting (email dapat di-block, dikarantina atau ditandai dengan label khusus).

Jika di-set “No” (disable), maka tidak akan dilakukan scan untuk spam dan semua email akan terkirim ke email account Anda. Tekan Save Changes setelah setting dilakukan.


Gambar 8. Cara Setting Spam Filter

Spam Scoring
Berfungsi untuk melakukan scoring pada setiap proses scan yang dilakukan (Gambar 9). Server akan mengidentifikasi setiap email yang masuk berdasar setting spam scoring. Score 0 berarti email bukan spam, sedang score 9 berarti email tersebut pasti spam.

Pilihan “Yes” menunjukkan bahwa Anda akan menggunakan default spam scoring dari kami.

Pilihan “No” menunjukkan bahwa Anda akan melakukan setting spam scoring sendiri. Ada tiga macam spam scoring level yang harus Anda setting sebagai berikut:

• Tag email , berfungsi untuk indikasi pemberian tag email sesuai spam  score yang diberikan.
• Quarantine , email berfungsi untuk indikasi pada level/score apa email yang masuk akan dikarantina.
• Block email , berfungsi untuk indikasi pada level/score apa email yang masuk akan langsung di-block.

Perlu dicatat bahwa default scoring level adalah 4 (tag email), 10 (quarantine email) dan 10 (block email) sehingga disarankan, Anda melakukan setting spam filter sesuai kebutuhan Anda. Jika ini pertama kali Anda melakukan perubahan score, agar bisa mengubah score sesuai kebutuhan perlu dilakukan langkah pendahuluan berikut: pilih “No” pada pilihan “Use System Default” dan klik “Save Change” (Gambar 9)


Gambar 9. Cara Setting Spam Scoring

Pada menu Password, Anda dapat merubah password awal yang telah Anda dapatkan dengan password sesuai dengan yang diinginkan. Tekan Save Password setelah melakukan perubahan password (Gambar 10).


Gambar 10. Cara Setting Password
6.

Setelah melakukan setting untuk spam filter, panduan diarahkan kembali pada halaman Quarantine Inbox (Gambar 11). Berdasar setting spam yang telah dilakukan, beberapa email akan masuk ke dalam Quarantine Inbox. Meskipun demikian, Anda tetap dapat memberi perlakuan-perlakuan khusus pada setiap email tersebut sesuai dengan keinginan Anda.


Gambar 11. Menu Setting Quarantine Inbox

Pada halaman ini ada beberapa menu yang harus dipahami sebagai berikut:
a. Deliver, Berfungsi untuk mengirim email yang dikarantina kembali ke email account Anda.
b. Whitelist, Berfungsi untuk memberi tanda bahwa email yang dikarantina tidak termasuk dalam spam. Pada keadaan
c. Delete, Berfungsi untuk memberi tanda bahwa email yang dikarantina akan di-delete.
d. Classify as not spam, Berfungsi untuk memberi informasi pada server bahwa suatu email tidak termasuk spam. Hal ini merupakan proses belajar bagi server untuk mengetahui tingkat spam yang diinginkan user.
e. Classify as spam, Berfungsi sama seperti poin d di atas, hanya perintah ini berfungsi untuk menunjukkan bahwa suatu email adalah merupakan spam.
7.

Pada halaman Quarantine Inbox, tersedia juga filter yang berfungsi sebagai dasar setting pengelompokkan email yang diterima (Gambar 12).

Ada 3 pilihan dasar yang dapat dipilih yaitu:
a.       From contains berfungsi untuk pengelompokkan berdasar nama pengirim.
b.      Subject contains berfungsi untuk pengelompokkan berdasar judul (subject) email.
c.       Message contains berfungsi untuk pengelompokkan berdasar isi dari message.

Setelah memilih jenis filter, Anda dapat mengisi subyek filter yang diinginkan pada kolom pattern yang disediakan. Klik Apply Filter setelah setting selesai.


Gambar 12. Setting Filter pada Quarantine Inbox
 


Copyright © 2005 D~NET Surabaya